Rabu, 07 Oktober 2009

Gaul tapi syar'i

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat <49>:13)
Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar, bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini. Sungguh menjadi sesuatu yang aneh atau bahkan sangat langka, jika ada orang yang mampu hidup sendiri. Karena memang begitulah fitrah manusia. Manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya.
Tidak ada mahluk yang sama seratus persen di dunia ini. Semuanya diciptakan Allah berbeda-beda. Meski ada persamaan, tapi tetap semuanya berbeda. Begitu halnya dengan manusia. Lima milyar lebih manusia di dunia ini memiliki ciri, sifat, karakter, dan bentuk khas. Karena perbedaan itulah, maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifat, karakter, maupun tingkah laku. Allah mencipatakan kita dengan segala perbedaannya sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.
Maka dari itu, janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita. Anggaplah itu merupakan hal yang wajar, sehingga kita dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan sikap yang wajar dan adil. Karena bisa jadi sesuatu yang tadinya kecil, tetapi karena salah menyikapi, akan menjadi hal yang besar. Itulah perbedaan. Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain, kecuali karena ketakwaannya kepada Allah SWT (QS. Al_Hujurat <49>:13)
Perbedaan bangsa, suku, bahasa, adat, dan kebiasaan menjadi satu paket ketika Allah menciptakan manusia, sehingga manusia dapat saling mengenal satu sama lainnya. Sekali lagi . tak ada yang dapat membedakan kecuali ketakwaannya.
Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan sesama muslim menjadi sesuatu yang indah sehingga mewujudkan ukhuwah islamiyah. Tiga kunci utama untuk mewujudkannya yaitu ta’aruf, tafahum, dan ta’awun. Inilah tiga kunci utama yang harus kita lakukan dalam pergaulan.
Ta’aruf. Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain? Mungkinkah mereka akan saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling menolong, membantu, atau memperhatikan? Atau mungkinkah ukhuwah islamiyah akan dapat terwujud?
Begitulah, ternyata ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat, kesukuan, agama, kegemaran, karakter, dan semua ciri khas pada diri seseorang.
Tafahum. Memahami, merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. Setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan. Dengan memahami kita dapat memilah dan memilih siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi, karena mungkin sifatnya jahat. Sebab, agama kita akan sangat ditentukan oleh agama teman dekat kita. Masih ingat ,”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi, yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. Sedang bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan bau asap besi ketika kita bersamanya.”
Tak dapat dipungkiri, ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk, pasti akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul majmumah ).
Ta’awun. Setelah mengenal dan memahami, rasanya ada yang kurang jika belum tumbuh sikap ta’awun (saling menolong). Karena inilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa cinta pada diri seseorang kepada kita. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain.
Ta’aruf, tafahum , dan ta’awun telah menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tapi, semua itu tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama, termasuk ketika kita mengenal, memahami, dan saling menolong. Selain itu, tumbuhkan rasa cinta dan benci karena Allah. Karena cinta dan benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh makhluknya. Wallahu a’lam bishshawab.
Daftar Pustaka
Etika Pergaulan Menurut Islam oleh H. Taufik Ismail, Lc 2008

Sabtu, 19 September 2009

Met Lebaran !!!







Rabu, 02 September 2009

Dengki ngak banget deh !!!



Assalamualaikum Wr. Wb.
Sahabat berprasangka buruk itu akan selalu hadir di setiap orang yang mempunyai hati dengki, Sifat itu sangat berbahaya loch bagi kesehatan !!
Coz Klo ada orang yang hatinya dengki hidupnya tuch ngak tenang deh !!! Tetangga beli Sepeda, eh dia demam tinggi, klo tetangga beli motor, dia tambah ngak tenang Tidur, apalagi klo tetangga beli mobil !? ( apa yg terjadi ya ??? )

Duh bahayanya lagi Virus dengki bisa menyebabkan orang jadi gila !! Ih, Naudzubillah Himindzalik dah !! Coz kata pa Ustad :
" Dengki menyebabkan Iritasi kulit, susah tidur, susah hidup dan sifat sombong bahkan kematian "

So masih maw tuch punya sifat dengki ??? Ngak banget dech !!!
Cuy Niy ada tips menghadapi sifat Dengki !!!

Nyang pertama : Jangan pernah punya prasangka buruk ma Tetangga or temen Cuy coz Suudzon ntu adalah gejala awal terjangkit Virus D-E-N-G-K-1
Nyang Kedua : Jangan panas donk Liat tetangga dapet Rezeki ! harusnya kan Qta ikut seneng brow !! Kali aje Qte Kebagian !! He ... He ...
Nyang Ketige : Selalu bersyukur cing !! Seperti kata Dmasiv " Syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah "

En banyak lagi denk Tipsnya !! Nyok Qte Bersihkan hati di bulan suci Ramadhan niy !!
Smoga Qta Bukan termasuk orang yang hanya mendapatkan lapar & dahaga aja !!
Mudah-mudahan Qta Termasul Orang Yang Taqwa !!! Amien !!!

Sabtu, 17 Januari 2009

Tanggung jawab anak terhadap orang tua

Assalaikum Wr.Wb
Islam telah memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk senatiasa berbuat baik pada orang tua, sekalipun orang tua tersebut berlainan keyakinan (Musyrik). Syari’at islam yang begitu tegasnya menekankan agar setiap manusia berbuat baik kepada orang tuanya.
Beberapa Sifat tanggung jawab anak terhadap orang tua diantaranya yaitu :
1. Menghayati Tugas Orang Tua
Allah berfirman dalam QS.Al-Ahqaaf (46) ayat 15 :
“Kami perintahkan Kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengadung dengan susah payah, dan melahirakan dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyampihkan dalam tiga puluh bulan, sehungga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a : Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat- Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberikan kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku ternasuk orang-orang yang berserah diri”

Dari ayat tersebut jelaslah sudah sepatutnya seorang anak menghayati tugas orang tua dan jasa yang mereka berikan pada kita selaku anaknya. Pernahkah kita sadari jasa ibu kita dan jasa bapak kita ??
2. Hormat Dalam Ucapan Dan perbuatan
Allah berfirman dalam QS.Al-Israa’ (17) ayat 23 :
“Dan Tuhanmu telah menetapkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika saorang diantaranya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepadamu keduanyaperkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”
Jelaslah perkataan adalah pedang yang paling tajam, maka apabila berkata maka pikirkanlah dahulu Allah SWT telah Mengtakan dalam firman-Nya diatas bahwa perkataan kita haus dijaga walaupun kamu dalam keadaan amarah yang meluap tapi janganlah sekali-kali kamu menyakiti hati orang tuamu dengan cara membentaknya.
3. Menunudukan diri di hadapan orang tua
Bagaimanakah seharusnya sikap kita dihadapan orang tua kita saat bertatap muka ? Allah berfirman dalam QS.Al-Israa’ (17) ayat 24:
“ Dan turunkanlah sayapmu dengan rasa merendah terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan ….”
Dalam ayat diatas yang dimaksud rendahkanlah sayapmu adalah tundukanlah sikapmu (menghormati) dan jaganglah kamu sekali-kali melawan orang tuamu. ingatlah tanggung jawab pertama diatas menghayati tugas orang tua yang telah susah payah membesarkan kita dan melahirkan kita.
4. Mengutamakan Kepentingan Orang Tua Daripada Kepentingan Masyarakat
Dalam Hadits berikut disebutkan :
“ Dari ‘Abdullah bin ’Amr bin ‘Ash, ia berkata : seorang laki-laki dating kepada nabi SAW ; lalu ia berkata : “Saya berbai’at kepada tuan untu7k hijrah dan berjihad mencari pahala dari sisi Allah Ta’ala.” Lalu nabi SAW. Bertanya :”Apakah engkau mempunyai orang tua yang masih hidup ?” Jawabnya : “ Masih, bahkan kedua-duanya.” Lalu nabi Saw. Bertanya :” Apakah kamu mau pahala dari sisi Allah ?” jawabnya :”ya”.” Lalu Beliau bersabda:”Pulanglah kepada ibu bapakmu dan santunilah keduanya dengan baik”, (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Sabda Nabi di atas memerintahkan kita untuk lebih mementingkan kepentingan orang tua kita dari pada kepentingan masyarakat. Sebagai contoh walaupun kita dalam keadaan dakwah apabila ibu kita memerintahkan kita untuk memberikan makan hewan ternak maka hendaklah tinggalkan Majelis dakwah tersebut dan kerjakanlah perintah ibumu itu dahulu.
5. Memohonkan Ampunan Atas Dosa-dosa Orang Tua
Allah berfirman dalam QS.Maryam (19) ayat 47 :
“ (Ibrahim) berkata : “ semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada tuhanmu. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.”
Dalam Surah tersebut dijelaskan bahwa nabi Ibrahim AS meminta ampunan kepada Allah SWT untuk ayahnya yang telah tersesat dengan kemusyrikan, maka setelah kita dilahirkan dan berbuat baik kepada orang tua kita sudah pantaslah kita mendoakan orang tua kita.
Tanggung jawab anak terhadap orang tua sangatlah banyak dan sudah sepantasnya orang tua di berikan hal yang istimewa atas segala jasa dan kasih saying yang telah di beri. Marilah kita instropeksi diri masihkah ada perbuatan kita yang menyakiti hati orang tua ?? jika ada maka cepatlah jamu meminta maaf dan mintalah ampunan pada Allah SWT sebelum mata tertutup dan sebelum Mentari tak muncul kembali.
Wallahualam Bisawab.

Jumat, 16 Januari 2009

Ingatkah Kita ???

Assalamualaikum Wr.Wb
Rukun Islam ada 5 Yaitu :
1.syahadat
2.sholat
3.zakat
4.puasa
5.menunaikan haji

ingatkah kalian semua tentang ini ?

Rabu, 14 Januari 2009

Perkenalan

Assalamualaikum Wr.Wb
Halo sahabat sekalian apa kabar ?
alhamdulillah sekarang blog kami Remaja Mesjid Al-mukhlishin telah jadi berkat rahmat Allah SWT yang masih memberikan kami kesempatan hidup.
Teman Zaman sekarang kekuatan islam adalah para Remaja seperti kita yang di tahun ke depan adalah calon pemimpin masa depan yang akan memajukan dunia islam. jikalau kita semenjak muda tak tahu siapa tuhan dan tak kenal Nabi kita Muhammad SAW maka celakalah kita.
Masa muda kita memang sangatlah menyenangkan akan tetapi kebiasaan kita bila sudah menjelang tua susahlah di ubah maka mari teman kita kembali kepada ISLAM.


Glitter Text
Make your own Glitter Graphics

Translate

Powered By google
Powered By Blogger

R I S M A Al- Mukhlishin ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO